Transformasi Santri di Era Digital: Tim PKM Bekali Ekonomi Kreatif Syariah dan Kepemimpinan di Ponpes Darul Hikmah
Published on: 5 Jan 2026

Berita Terbaru
TANGSEL – Pondok pesantren kini tidak hanya menjadi kawah
candradimuka bagi ilmu agama (tafaqquh fiddin), tetapi juga mulai
bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi kreatif. Menanggapi
tantangan 5.0, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) menyelenggarakan program
bertajuk "Mengembangkan Potensi Diri Santri Melalui Ekonomi Kreatif
Syariah dan Latihan Dasar Kepemimpinan" di Pondok Pesantren Darul Hikmah,
Cisauk.
Kegiatan strategis ini diketuai oleh Fitri Sagantha, S.E.Sy., M.E., sebagai Ketua Tim, dengan dukungan kepakaran dari Dr. Fiqih Afriadi, S.E.I., M.E.Sy. Selama delapan pekan (19 Oktober – 7 Desember 2025), sebanyak 120 santri digembleng untuk menguasai literasi ekonomi, sementara 25 santri pilihan mengikuti pelatihan kepemimpinan intensif.
Menjawab Kesenjangan Kompetensi
Dalam sambutannya, Fitri Sagantha menegaskan bahwa program ini hadir sebagai respons atas realitas output pendidikan pesantren yang sering kali terkonsentrasi pada aspek teoretis kitab kuning, namun masih minim dalam pengembangan keterampilan ekonomi praktis. "Kami mengintegrasikan hard skills melalui ekonomi kreatif syariah dan soft skills melalui Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK). Pendekatan holistik ini bertujuan agar santri siap menjadi agen perubahan (change agent) di masyarakat," ujar Fitri.
Metode Pembelajaran Berbasis Praktik
Berbeda dengan metode ceramah konvensional, program ini menerapkan
Experiential Learning atau pembelajaran berbasis pengalaman langsung. Rangkaian
kegiatan meliputi:
- Literasi Keuangan dan Bisnis Syariah: Santri diajarkan mengelola usaha dengan prinsip keadilan, transparansi, serta menghindari riba dan gharar.
- Produksi Kreatif dan Branding: Pelatihan teknis pembuatan produk seperti sabun herbal dan kerajinan tangan yang difokuskan pada kualitas kemasan (packaging) agar mampu menembus pasar yang lebih luas.
- Digital Marketing Syariah: Lokakarya praktis pembuatan konten media sosial dan etika promosi digital untuk mengatasi keterbatasan akses pasar fisik.
- Leadership in Action: Melalui simulasi dan outbound, santri dilatih dalam komunikasi efektif, pengambilan keputusan, serta manajemen konflik.
Dampak Nyata dan Keberlanjutan
Berdasarkan hasil evaluasi, sebanyak 85% peserta telah berhasil
melakukan transaksi finansial melalui gelaran Expo/Bazar "Kreasi Santri
Mandiri". Produk-produk yang dihasilkan pun telah memenuhi kriteria dasar
ekonomi kreatif syariah.
Dr. Fiqih Afriadi menambahkan bahwa keberhasilan program ini tidak
berhenti pada pelatihan saja. Tim pengabdi juga memfasilitasi pembentukan
komunitas wirausaha santri serta penguatan Organisasi Siswa Intra Sekolah
(OSIS) untuk menjamin keberlanjutan program.
Kegiatan
Simulasi Kepemimpinan dan Outbond
"Santri sebenarnya memiliki modal sosial yang besar berupa
kedisiplinan dan nilai kejujuran. Melalui pendampingan ini, kami ingin mereka bertransformasi
menjadi job creator (pencipta lapangan kerja) yang mandiri dan berakhlak
mulia," pungkasnya.




